kepada Guru dan Orangtua
“Anak saya gampang sekali meniru apa pun dari TV. Bagaimana dong?”
“Anak saya susah sekali disuruh berhenti main game. Ia malah mengamuk! Saya pusing! Game sering jadi sumber pertengkaran kami…”
“Anak saya ingin punya TV dan komputer di kamar.”
Pertanyaan atau keluhan semacam itu kerap kami terima jika kami bertemu dengan orangtua atau guru dalam diskusi, workshop atau seminar. Dalam forum-forum itulah YPMA dapat mengetahui berbagai permasalahan yang terjadi dalam pola interaksi anak dan media.
YPMA cukup sering berbicara dalam berbagai pertemuan itu. Kami bicara di sekolah dalam diskusi dengan guru, seminar orangtua siswa, di majelis taklim, di gereja, arisan warga, pertemuan RT-RW, dsb. Forum itu tidak hanya di Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga di berbagai daerah.
YPMA memiliki para aktivitis yang memiliki kompetensi untuk menjadi pembicara. Di YPMA ada ahli komunikasi, psikologi, dan pendidikan yang memiliki perhatian besar terhadap anak dan media. Mereka ini sehari-harinya adalah dosen, peneliti, praktisi pendidikan, dan psikolog.
Terlibat dalam forum-forum itu adalah bagian dari misi YPMA, yakni membagi pengetahuan tentang pendidikan media, membuat orang memiliki ketrampilan media literacy (melek/sadar media). Tujuannya agar anak bijak dan cerdas menggunakan media, dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya dari media, dan mengurangi efek negatif media.
Dalam pertemuan semacam itu, kami banyak menampilkan contoh. Kami tunjukkan rekaman acara TV, isi game populer, komik yang dikonsumsi anak, sampai situs yang sering diakses anak.
Terkadang, contoh-contoh itu membelalakkan mata orangtua dan guru. Misalnya, saat kami tunjukkan film TV yang ekspresif mengandung kekerasan, mereka terperangah melihat film sadis itu. Ketika ditunjukkan komik porno yang banyak dibeli anak sekolah, orangtua bergidik. Waktu ditampilkan situs-situs tidak aman yang ada di internet, orangtua berteriak ngeri.
Dalam pertemuan itu tampak bahwa orangtua dan guru sering “ketinggalan kereta” dalam hal media yang dikonsumsi anak. Mereka sering tidak tahu bagaimana sesungguhnya isi media yang digunakan anak selama ini.
YPMA berusaha membantu menunjukkan itu semua sekaligus memberi panduan tentang apa yang harus dilakukan. Itulah sebabnya kami biasanya memberikan tips praktis tentang apa yang dapat dilakukan di rumah dan sekolah.
YPMA senang dengan pertemuan seperti itu, karena memperkaya pengalaman kami. Pengalaman itu kami bagi pula kepada orang lain. Begitulah cara pengetahuan tersebar, bukan?
PANDUAN TERBARU
Pebruari 2010
Panduan Kidia No. 23/2009
BERITA TERBARU
09 Maret 2010
Transformer Animated
04 Maret 2010
Monkey Turns
02 Maret 2010
Ulat Kepompong
25 Pebruari 2010
Dunia Binatang
23 Pebruari 2010
Di Bioskop atau di Rumah, Menonton Film ada Rambunya
28 Januari 2010
Mass Effect
19 Januari 2010
Yang Manfaat dan Mudarat dari Situs Pertemanan
14 Januari 2010
The Master Junior
05 Januari 2010
Menjadikan Media sebagai Sumber Belajar
31 Desember 2009
Facebook dan Konsep Diri: Haruskah Dikhawatrikan?
22 Desember 2009
Bermain Bersama di Kampung EDU 2
17 Desember 2009
Upin, Ipin, dan Kawan-kawan
08 Desember 2009
Games di Facebook
20 Oktober 2009
Baim Anak Saleh
15 Oktober 2009
Transformers 2
06 Oktober 2009
Rekomendasi: Film Charlotte's Web
01 Oktober 2009
Ulasan: Magical Doremi
24 September 2009
Ulasan: Super Rangers
15 September 2009
Ulasan: Handphone, Diidamkan Anak Perlu Diwaspadai Orangtua
10 September 2009
Rekomendasi: Film Up
01 September 2009
Back at The Barnyard
27 Agustus 2009
Pororo The Little Penguin
25 Agustus 2009
Turn off TV, Turn on Live
25 Agustus 2009
Panduan Kidia No. 21/2009
22 Agustus 2009
Rating Acara TV untuk Anak dan Remaja Versi Kidia (Bahaya)
22 Agustus 2009
Rating Acara TV untuk Anak dan Remaja Versi Kidia (Hati-hati)
20 Agustus 2009
Rating Acara TV untuk Anak dan Remaja Versi Kidia (Aman)
31 Juli 2009
Foto-Foto Aksi Damai Hari Tanpa TV
31 Juli 2009
"Tetap Ceria di Hari Tanpa TV"
21 Juli 2009
HARI TANPA TV dan Setelahnya
