Berita
Senin, 08 Juni 2009 01:29:05
Catatan Rapat II Hari Tanpa TV 2009
Kategori: Umum (487 kali dibaca)

NOTULASI RAPAT KEDUA
PERSIAPAN HARI TANPA TV 2009

 

Hari/tgl   :  Jumat 5 Juni 2009; pk 14.00-16.00 WIB

Tempat    Paska Sarjana Ilmu Komunikasi, FISIP UI Salemba, Gedung IASTH Lt. 6

Peserta    :  B. Guntarto, Ike Utaminingtyas, Iyay Sriwiyanti, R Rika Rosvianti (YPMA); Indah Putri Thalita, Melly, Ayu Fitiana (HMIK UI); Herni (Salimah); Dewi, Natasha, Adit (IISIP); Melati Tobing (Prodikum UKI); Intan (KPI Pusat); Zainal C Airalangga (FIM); Fitriani FS (Lentera Insan); Diah Hadiani, Ina Alibar (Rumah Parenting); Helena Agustina, Siti Mardliyah (Saraswati Preeshool); Supriyatno (Langkah Kita), Akbar Pratama Lubis (SALAM UI); Dyas C (Rumah belajar FIM); Terymarlita (Rumah belajar KITA); Andi Muhammad Reza (GENAP).

AGENDA

1.      Penggalangan dana

2.      Rangkaian acara (Persiapan, Konferensi Pers, Aksi Damai, Kegiatan Alternatif)

3.      Rumusan pesan ke masyarakat

4.      Penggalangan dukungan

 

Paparan oleh pimpinan rapat (Guntarto)

1.      Penggalangan Dana

•·       Pendanaan HTT selama ini berasal dari kontribusi mitra, kupon sumbangan dan dana YPMA

•·      Tahun ini YPMA menyarankan untuk memperkecil anggaran, merujuk pada laporan keuangan pelaksanaan HTT sebelumnya yang defisit sekitar 13.000.000, yakni dengan menanggung pengumpulan biaya HTT bersama-sama.

•·      Beberapa penghematan yang dilakukan: tidak mencetak stiker tahun ini, menggunakan spanduk dan banner yang digunakan tahun lalu, menghilangkan konsumsi pada pelaksanaan konferensi pers HTT dan meminta tiap pihak untuk memfotokopi fliers HTT)

2.      Rangkaian Acara

a.     Persiapan: Rapat-rapat koordinasi; Pendekatan ke mitra pendukung; Pembuatan materi kampanye: flyers, poster tempel, spanduk, poster aksi damai; Pengiriman materi kampanya ke mitra Jabotabek dan luar kota; Targetnya, seluruh bahan publikasi sudah jadi dan disebar ke sekolah-sekolah menjelang waktu anak masuk sekolah

b.      Konferensi Pers:

·    Akan dilaksanakan pada hari Rabu, 22 Juli 2009, pk 14.00-15.30

·    Perlu menentukan narasumber, moderator dan tempat

·    Menyiapkan press release dan isu yang akan diangkat

·   Isu tahun ini agak berbeda dari pelaksanaan HTT sebelumnya karena peran TV pada masa pelaksanaan HTT tahun ini dianggap penting sebagai sumber informasi pelaksanaan PEMILU 2009 padahal HTT menyarankan untuk

·    Pelaksanaan konferensi pers

·    Media monitoring                               

c.       Aksi Damai

·   Identifikasi peserta

·   Susunan acara: briefing, pelaksanaan aksi damai, aksi teatrikal (teater Kinasih IISIP Jakarta), pernyataan pers, penutup

·   Koordinasi dengan pelaksana aksi damai di tempat lain

·   Akan dilaksanakan pada hari Jumat, 24 Juli, 09.00-10.30. kumpul di tempat dari pk 8.00

·   Kegiatan Alternatif akan dilaksanakan Minggu, 26 Juli 2009 di Lapangan Monas, pk 8.00

·   Acara: sambutan, aktivitas anak: bernyani, bermain, mewarnai, diskusi

·   Perlu disiapkan materi untuk kalangan media

·   Perlu keterlibatan pihak sekolah dasar di sekitar

·   Akan diadakan aksi teatrikal untuk di Bunderan HI dan Monas

d.      Rumusan Pesan ke Masyarakat

Contoh pesan tahun kemarin:

·   Ungkapkan keprihatinan anda terhadap tayangan TV dengan matikan TV selama sehari

·   Ayo dukung Hari Tanpa TV melalui SMS 0812-1002-4009 lihat di: www.kidia.org

·   Perilaku anak meniru televisi? Matikan TV selama sehari

·   Ayo kita bnagun sikap kritis terhadap TV, hindarkan anak dari tayangan TV tidak berkualitas

·   Ayo kita tolak tayangan TV: yang membodohi, tidak berkualitas, penuh kekerasan, menjual mimpi dan menjual seks

·   Anak menonton TV 2x lebih lama dibanding jam sekolah

·   TV jadi masalah? Ikuti Hari Tanpa TV

·   Nikmati hidup tanpa TV

·   Hindarkan ketergantungan anak pada televisi, ikuti Hari Tanpa TV 2009

·   Turn off TV, turn on live

·   Sampaikan dukungan ke 0812-1002-4009

Rumusan pesan ini sangat penting karena biasanya masuk dalam pemberitaan, khususnya media cetak

e.      Penggalangan Dukungan

1. Penggalangan dukungan sangat berarti dalam:

·   Memperluas partisipasi

·   Menunjukkan kepada pihak pengelola TV mengenai pendukung HTT

·   Memberi wadah penyaluran aspirasi bagi mitra

·   Menjadi salah satu indikator keberhasilan

2. Bentuk dukungan

·         mitra pelaksana HTT

·         e-mail

·         SMS 0812-10002.4009

·         Surat dukungan resmi/lembaga (fax atau tulisan tangan)

·         Surat pembaca dan sejenisnya

 

HTT_BARU/3_-_duk_htt_09_Fetty_small.jpg

SARAN DAN MASUKAN

Indah Putri (HMIK UI): Bisakah HTT menerima promo produk dalam pelaksanaan HTT, karena bisa untuk menambah pemasukan. Tidak hanya berupa bantuan dana, tapi bisa juga dengan mendapatkan produknya. Bisa juga meraih penerbit buku yang baru dan masih membutuhkan promosi, sehingga bisa saling menguntungkan. Bisa juga dengan toko roti yang baru.

Herni (Salimah) : Bersedia untuk membantu menghubungkan YPMA dengan pihak toko makanan yang memang sudah ada dalam link-nya.

Melly (HMIK UI)  : Publikasi sebaiknya tidak usah terlalu lewat fokus hanya pada fliers saja, namun juga lewat dunia maya saja (facebook dll) karena dinilai jauh lebih efektif. HTT pun sudah punya facebook.

Dewi (IISIP)    : Saran narasumber: Dik Doank, Kak Seto, Widyastuti, Shahnaz Haque.

Fitri (Lentera Insan): Baiknya HTT punya tema besar dalam setiap pelaksanaanya, misalnya tema pornografi. Sehingga punya pesan utama dalam setiap HTT, misalnya menonton TV hanya 2 jam saja untuk anak, dan poster serta fliers dan media publikasi lain yang digunakan menjelaskan alasan kenapa harus menonton TV hanya 2 jam saja (memeberikan informasi tambahan dari tema utama tadi). Sebaiknya tiap tahun punya satu tema besar utnuk diangkat dan dipecah-pecah dalam alur pelaksanaan rangkaian HTT.

Dewi (IISIP)  : Setuju dengan adanya tema besar dalam pelaksanaan HTT agar bisa menciptakan pesan turunan yang diulang-ulang dalam HTT, sehingga pesannya mudah diingat oleh masyarakat dan informasi yang disebar menjadi jauh lebih tajam dan mudah diingat.

Fitri (Lentera Insan): Ditambah lagi dengan data yang dimiliki YPMA, maka penyebaran tema dalam HTT tersebut  akan jadi lebih berbobot karena didukung dan terjelaskan dengan data terbaru yang diberikan. Hal ini akan menjadikan HTT sebagai sarana yang dinantikan oleh lembaga sosial yang punya interest yang sama, sekaligus juga menjadi sarana penyebaran informasi pada masyarakat.

Melati (UKI)    : Ada bagusnya HTT merintis cara lain untuk publikasi, seperti talkshow dengan TV One (keterangan: hal ini sudah dilakukan tahun lalu dengan Kak Seto dan Uni Lubis di TV One sebagai narasumbernya).

Fitri (Lentera Insan): Masih ada kontroversi nama HTT di kalangan orang tua anak SD karena kata-kata ‘tanpa TV' dianggap ‘menyerang' dan mudah-mudahan kegiatan HTT ini bisa lebih mendapat dukungan dengan penggunaan bahasa yang lebih netral, seperti ‘TV Ramah Anak'.

Akbar (SALAM UI): Bagaimana kalau nama kegiatan HTT diganti dengan kata-kata lain yang isinya bukan berupa larangan menonton TV, tapi mengalihkan kegiatan menonton anak pada hal lain, seperti anjuran pada orang tua untuk mengatur jam belajar anak supaya tidak lagi banyak menonton TV.

Zaenal (FIM) : Bama kegiatan HTT sebaiknya tidak diganti, karena keberadaaan kegiatannya sudah cukup dikenal dan agak sulit untuk meneruskan agenda besar HTT kalau mengganti namanya karena memerlukan publikasi awal lagi. HTT pun termasuk dalam gerakan sosial, sehingga tidak masalah kalau namanya terkesan ‘tajam'. Kalau mau menyatakan sikap, HTT tidak perlu mengganti nama, hanya melalui press release atau talkshow setelahnya yang lebih membantu acara puncak yang seremonial. Yang lebih penting adalah seruan setelah HTT supaya kegiatan HTT tidak berhenti hanya sampai bagian seremonialnya.

Fitri (Lentera Insan): HTT dikhawatirkan hanya menjadi acara seremonial dan tidak sesuai dengan realitas masyarakat yang menonton TV setiap hari

Zaenal (FIM)   : Yang perlu kita lakukan hanyalah menyatakan lebih tegas pada masyarakat bahwa seruan HTT hanya untuk satu hari saja. Seringkali masyarakat menjadi takut dengan isu ‘tidak menonton TV' padahal yang kita seruan hanyalah satu hari.

Andi (GENAP)  : HTT sebaiknya membuat perjanjian bersama para koalisinya dalam mendorong pembentukan PP/mengajukan usulan kepada Depkominfo terkait dengan isu acara yang berhubungan dengan anak

Guntarto (YPMA): masalah regulator sepenuhnya menjadi kewenangan KPI. Jauh lebih realistis untuk meminta bantuan KPI dalam mendorong dimasukkannya pengaturan mengenai jam tayang anak seperti yang pernah diusulkan di awal pembuatan P3 dan SPS. Hal lain yang juga bisa dilakukan adalah dengan meminta Depkominfo untuk mengembalikan fungsi regulator yang semestinya pada KPI.

NEXT STEP

Rapat berikutnya akan dilaksanakan pada hari Jumat 19 Juni 2009, di Paska Sarjana Ilmu Komunikasi, FISIP UI Salemba, Gedung IASTH Lt. 6 , pk 14.00-16.00 dengan agenda:
1.       Membahas tema dan pesan tahun ini
2.       Konsep teatrikal
3.       Inventarisasi pendukung (beserta penentuan keikutsertaan masing-masing pihak dalam rangkaian acara HTT, kalau bisa hingga penentuan PJ acara)
4.       Review rangkaian acara HTT.

TAMBAHAN:

1. Akan ada beberapa acara terdekat yang dapat menjadi sarana sosialisasi HTT, yaitu: Seminar di UI, seminar di UNISBA, dan seminar di Universitas Prof. Dr. Moestopo (B). Waktu pelaksanaan akan diberitahukan kemudian.

2. Hari Tanpa TV telah memiliki grup di Facebook. Silakan cari dengan nama Hari Tanpa TV (pilih yang disertai gambar) dan tolong add rekan-rekan lain untuk ikut bergabung dalam grup tersebut. Terima kasih.

Facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=118078368760

(Neqy)
 
Komentar Terkini (0 komentar)
Belum ada komentar