Berita
Sabtu, 06 Juni 2009 11:59:18
Kolom Nina Armando
Artikel: "Derita Kulit Karena Konsol Game"
Kategori: Umum (373 kali dibaca)

HTT_BARU/Kids-watch-TV-706.jpg"Jangan bermain (PS) secara berlebihan jika tangan berkeringat." Yunita, 28 tahun, benar-benar tak habis pikir. Putranya, Reyhan, 6,5 tahun, memilih ditinggal di rumah ketimbang ikut bersama adik, ayah, dan bundanya pergi ke rumah neneknya. "Aku tinggal di rumah aja sama mbak. Aku berani kok," ujar Reyhan. Dia tetap bergeming meski diiming-imingi hadiah apa pun. Kondisi ini di luar kebiasaan. Meski berencana tak menginap, Yunita agak ragu juga meninggalkan bocah tersebut. Namun, ia akhirnya mengikuti keputusan si kecil.

Selidik punya selidik, ternyata yang menjadi ganjalan sehingga Reyhan memilih tinggal di rumah, karena dia sudah berjanji dengan teman mainnya untuk bermain game PlayStation (PS) pada akhir pekan. Bahkan, dua hari berturut-turut. Kegandrungan pada permainan berbasis teknologi ini memang sudah merebak pada anak-anak.

Bahkan bukan lagi kabar burung kalau permainan dengan konsol ini berbuah derita tertentu. Bahkan daftar penyakit karena permainan ini telah bertambah. Yang satu ini cukup mengejutkan. Peneliti menyebutnya sebagai PlayStation palmar hidradenitis. Kemunculan dimulai dari kunjungan remaja putri berusia 12 tahun yang ke rumah sakit di Swiss karena nyeri dan pembengkakan di telapak tangannya.

Dokter yang melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Universitas Jenewa menyatakan dia mengalami kondisi yang disebut idiopathic eccrine hidradenitis. Yakni kelainan kulit yang umumnya menyebabkan kulit memerah, pembengkakan nan nyeri pada telapak tangan dan kaki. Sang dokter menyebut keadaan tersebut sering ditemukan pada telapak kaki anak-anak yang melakukan aktivitas fisik nan berat, seperti lari. Diperkirakan juga terkait dengan keringat yang mengucur terus-menerus.

Lazimnya, tidak memerlukan pengobatan khusus. Dalam sebuah studi yang dipaparkan dalamEuropean Journal of Pediatrics, ditemukan lima anak dengan problem kulit serupa ini. Mereka hanya diminta untuk beristirahat total selama beberapa hari. Hasilnya, lesi kemerahan dan nyeri itu pun perlahan menghilang. Artinya, tidak perlu memerlukan terapi medis. Gangguan pada kulit ini memang kebanyakan menyerang anak-anak.

Yang tak biasa dari kasus anak di Swiss ini adalah kemunculan gangguan pada tangan. Apalagi ahli medis tidak melihat pasien tidak melakukan kegiatan olahraga atau fisik baru-baru ini. Lantas tak ada pula trauma atau kejadian yang menyangkut tangan belum lama ini. Sebuah kejutan bagi para dokter. Untung orang tua si remaja bisa memberi penjelasan yang membuat dokter bisa menarik kesimpulan dan muncul sebuah temuan anyar ini. Rupanya, gadis ini mulai keranjingan main PS dan hal itu dilakukan beberapa jam setiap hari. Aksi itu berlanjut hingga ia mengalami gangguan pada kulit tersebut. Bahkan ketika tangannya sudah bengkak, ia masih memaksakan diri untuk beraksi dengan PS-nya.

Walhasil, dokter pun mengira problem kesehatan dipicu oleh tangan yang terus-menerus memegang konsol dengan kencang dan ketegangan pada tangan. Belum lagi tekanan jari-jari pada tombol-tombolnya yang tentu saja tidak dilakukan sekali atau dua kali. Keasyikan dan permainan yang menegangkan pun kerap kali mengundang keringat.

Para peneliti menyatakan kecanduan pada game yang menggunakan konsol saat ini memang telah memicu sederet gangguan. Namun, gejala psikologisnya lebih dikenali ketimbang fisik. Meskipun muncul juga gejala fisik seperti tendonitis akut atau wiitis. Penderita tendonitis karena permainan PS atau Nintendo ini semakin dikenali. Tendon--jaringan kecil nan lunak yang menghubungkan tulang dan otot--ini juga ditemukan pada tangan, selain juga pada siku, pergelangan tangan, pinggul, lutut, dan kaki.

Keberadaan tendon membuat gerakan jari-jari dan tangan menjadi fleksibel. Namun, bila diberi tekanan secara berlebihan, bisa menyebabkan peradangan yang disebut tendonitis. Lazimnya, gangguan ini menyerang atlet, meski sejumlah profesi pun bisa memicu kehadirannya. Pada lingkungan atlet, tendonitis misalnya, sering menyerang para petenis. Terutama tendon bawah bagian luar. Sedangkan pada pegolf, biasanya yang terserang tendon bagian dalam.

Sedangkan wiitis, menurut Dr Julio Bonis, merupakan jenis cedera karena penggunaan konsol dalamgame PS Wii. Dalam pemaparannya di New England Journal of Medicine, ia menyebutkan pengobatan yang cukup ampuh dengan asupan ibuprofen selama sepekan dan berpisah sementara dari Wii. Dengan dua cara ini, umumnya pasien bisa lepas dari cedera karena keasyikan main Wii.

Nah, gangguan pada kulit ini tentu akan menambah panjang daftar derita karena konsol game. Untuk penanganannya, hampir serupa dengan problem karena Wii. Si gadis dalam pemaparan di British Journal of Dermatlogy pun kondisi tangannya pulih kembali setelah ia tak menyentuh konsol selama 10 hari. Nina Goad dari Asosiasi Dermatologis Inggris selain menyatakan penemuan ini sangat menarik, ia juga mempunyai pesan khusus. "Jika Anda cemas akan rasa sakit di tangan ketika bermain gamedengan konsol, lebih baik memberi waktu istirahat untuk tangan. Jangan bermain secara berlebihan jika tangan berkeringat."
RITA | ASSOCIATEDCONTENT.COM | BBC | CAT.INIST.FR | NIAMS.NIH.GOV

 

(*)
 
 
Not Rated!
 
Komentar Terkini (0 komentar)
Belum ada komentar