Workshop Pendidikan Media
Berita
Minggu, 30 Maret 2008 18:33:36
Kesan, Pesan, dan Rencana Tindak Lanjut Peserta Workshop
Kategori: Umum (446 kali dibaca)

Workshop Pengembangan Modul 'Pendidikan Media'
Sesi XII  pk. 09.00 - 10.00, Minggu, 30 Maret 2008
Wisma Sirnagalih, Megamendung Bogor.

Kesan, Pesan, dan Rencana Tindak Lanjut


Bu Iss
Bu Iss mengekspresikan harapan agar pendidikan media di sekolah dasar bisa diperluas ke sekolah-sekolah, selain rintisan MBS, mungkin tidak hanya di Jateng dan Jatim, dan tidak di 2 kabupaten saja, tapi bisa ke tempat lain. Bisa dititipkan lewat MBS yang selama ini dilatihkan, jadi penyebarluasannya lebih intensif. YPMA bisa bekerjasama dengan UNICEF. Tidak perlu harus selalu program tersendiri, tapi bisa juga dengan menempel pada program UNICEF-MBS sehingga urgensinya makin nyata.

Bu Endang
Mengungkapkan apresiasi dan terimakasih pada YPMA. Perlu ada materi yang diperdalam lagi, terutama menyangkut wawasan tentang media dan perkembangan jiwa anak. Bu Endang yang satu-satunya dari Bondowoso akan menggalang kekuatan advokasi di tingkat kecamatan sebagai satuan kerja wilayahnya selaku penilik, kemudian akan mempromosikan pada rekan-rekan guru sekabupaten dan berusaha bekerjasama dengan

Pak Supriadi
Bapak Supriadi mengucapkan terima kasih atas fasilitas dan perhatian yang diberikan oleh YPMA, keakraban dan komunikasi yang terjalin dengan baik dengan kelompok akademisi (duh, pak Supriadi membuat kategorisasi ‘elit' dan ‘non-elit', please dehhh... jangan gitu donks Pak, jadi malu, hihi). Pak Supriadi akan melaksanakan pendidikan media di lingkungannya sendiri, dimulai dari kamar anak-anak, kemudian ke kamar ‘tuan dan nyonya'. Pak Supriadi menyadari bahwa minat anak membaca buku mulai dikalahkan dengan menonton televisi. Pak Supriadi, dalam kapasitas selaku Koordinator Kepsek yang membawahi 61 kepala sekolah akan memasukkan pendidikan media ke dalam kiprah kerjanya di pedesaan, termasuk dalam seminar-seminar dan organisasi keagamaan (dalam posisi selaku pemimpin sebuah ormas). Pak Supriadi dalam level masyarakat merupakan koordinator bidang pendidikan LMD dan penasihat RW, jadi bisa menggerakkan masyarakat sekitarnya. Diperlukan banyak referensi untuk menunjang gerakan ini, maka pak Supriadi ingin mengintensifkan kontak dan updating materi, juga alat peraga dari YPMA. Harapannya, perkembangan-perkembangan terbaru menyangkut pendidikan media bisa disampaikan dengan cepat kepada masyarakat desa.

Pak Suwardi
Pak Wardi mengucapkan terimakasih dan apresiasi pada UNICEF dan YPMA. Ada kekeliruan persepsi ketika datang ke acara ini, karena tadinya dikira akan belajar membuat media pendidikan. Ternyata bukan. Sebenarnya keprihatinan terhadap parahnya media itu ada, cuma tidak tahu bagaimana mengoperasionalkannya. Perjumpaan dalam workshop ini membuka mata ihwal langkah-langkah yang harus dilakukan. Pak Wardi menyatakan kesiapan untuk mendukung kegiatan ini lebih banyak lagi. Harapannya, bukan cuma anak sekolah saja yang dibikin melek media, tapi juga orangtua murid karena interaksi anak lebih banyak dengan orangtuanya. Pendampingan akan lebih berhasil kalau orang tua juga dilibatkan. Terimakasih untuk fasilitas yang diberikan oleh YPMA.

Mbak Iba
Dari sesi awal, mbak Iba sudah membayangkan akan di depan komputer dan menyebarkannya pada jaringan milis pendidikan dan parenting. Paling tidak, info ini bisa disebarkan ke situ. Nanti akan muncul kebutuhan-kebutuhan lain. Keresahan akan dampak media sebenarnya sudah terasa di lapangan, mulai dari terenggutnya waktu belajar anak akibat TV dan videogame, sampai efek atau dampak dalam interaksi: berkelahi, berkata-kata kasar, temperamental, dll. Dampak positif yang didapatkan mbak Iba adalah menjadi semakin melek media. Tanggal 8-16 akan ada sharing antar kepala sekolah TK, dan akan mengangkat materi sharing tersebut. Tetapi memang harus ada materi yang applicable di sekolah. Kesulitannya adalah mendapat cuplikan iklan, materi audiovisual lainnya, dan YPMA diharapkan membantu. Mbak Iba terakhir mengusulkan untuk membentuk milis agar komunikasi bisa berlangsung secara intensif.

Pak Priyono
Pak Priyono mengungkapkan terimakasih dan apresiasi, dan menyadari semakin melek media. Kesan yang diungkapkan pak Priyono merujuk pada akomodasi dan fasilitas yang sudah oke. Diharapkan, hasil workshop dapat ditindaklanjuti secepatnya. Di lapangan, peserta tidak punya power apa-apa, kecuali ada campurtangan Dinas. Diharapkan dinas bisa dilibatkan. Komunikasi antar rekan diharapkan bisa diintensifkan. Ini bermanfaat untuk sharing gagasan, materi, modul, ide, yang bisa dilatihkan sebelum melakukan pelatihan. Juga poster, alat peraga lain, CD materi audiovisual, dll.  Setiap setelah workshop, peserta selalu diminta membuat Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL)-hendaknya YPMA bisa mengakomodasi ini. Pak Priyono akan share oleh-oleh workshop ini dengan rekan-rekan sesama guru, dan anggota-anggota Komite Sekolah. Ada forum Gugus (8-10 sekolah) yang berkumpul tiap Sabtu (para guru), ada dana dari blockgrant yang bisa dimanfaatkan untuk pelatihan mendatangkan teman-teman sebagai pakar. Harapannya, materi, modul revisi, handout, dan alat peraga lainnya segera dikirim ke daerah.

Pak Sukabdi
Tidak berbeda dengan teman-teman lain, mengucapkan terimakasih pada YPMA khususnya, dan UNICEF. Ini merupakan ilmu baru. Workshop bernuansa kekeluargaan ini sangat berkesan bagi pak Sukabdi, sehingga menambah motivasi untuk mentransfer dan menyerap materi pelatihan. Tentang fasilitas, oke banget. Biasanya ikut workshop lain, pengalaman pak Sukabdi tidak seperti ini. Pada gilirannya nanti, hal-hal yang diperoleh dalam workshop untuk level keluarga akan diterapkan, juga tingkat RT (kebetulan ketua RT), juga di tingkat desa (karena punya akses di tingkat desa), dan forum-forum lain, seperti pertemuan wali murid. Di mana pun akan disebarluaskan. Terkait dengan tugas, sebagai pengurus KKPS tingkat kawedanan, pendidikan media akan ditransfer. Komunikasi jangan sampai terputus, mohon diizinkan untuk tetap kontak-kontakan dengan YPMA dengan teman-teman lain, terutama untuk mengevaluasi dan menyerap materi baru.

Irene
Ada dua hal yang bisa dicermati dalam hal berbagi peran. Di sekolah, di tempat lain, oleh siapa saja. Ada banyak hal yang baru. Mbak Irene dalam posisi berada di jantungnya media merasa mendapat energi baru untuk mendobrak dan menyampaikan informasi bahwa banyak yang peduli, dan banyak sahabat di luar sana yang mencermati media. Persoalan-persoalannya sebenarnya klasik. Orang media sering lupa bahwa apapun yang disampaikan media sangat berdampak luarbiasa. Kalau kita bisa berbagi peran, maka mbak Irene yakin virus-virus media bisa diminimalkan. Poster HTT dipajang mbak Irene di kantornya. Mbak Irene merasa berdosa sebagai orang yang berada di televisi (aduh jangan gitu donks). Dalam kapasitas di LESPI, mbak Irene ikut melakukan media literacy untuk remaja. 

Mbak Liliek
Mbak Liliek mengapresiasi kegiatan YPMA karena merasa mendapatkan teman seperjuangan. Menyanyikan lagu bertema media literacy yang liriknya dibagikan kepada peserta.
Lagu:  Pilih Acara TV

Mari kawanku
Pilih acara TV
TV baik TV mendidik
Mencerdaskan kita smua

Sudah saatnya
Pilih acara TV bermakna
TV baik TV mendidik
Mencerdaskan Indonesia

Pak Wisnu
Senang menemukan komunitas se-ide. sejak tahun 2002 sudah berusaha melaksanakan pendidikan media literacy tapi ditolak karena tekanan untuk media watch lebih besar.
Tahun 2007 gerakan media literacy dimulai, termasuk membuat lagu.  Lsgu ini ditawarkan ke sekolah-sekolah, anak-anak dapat merancang teks lagu mereka sendiri. Karena itu, di Semarang dan beberapa sekolah di Jawa Tengah ada versi teks yang berbeda.
Keberadaan di Sirnagalih ini membangkitkan semangat untuk terus mengembangkan kegiatan ini, menemukan rekan dengan 'frekuensi' yang sama.  Menemukan banyak hal baru dalam acara.
Kesan positif dari workshop: suasana yang menyenangkan, seperti bertemu teman lama.   Berdebat juga bisa tapi tidak dibawa keluar.

Mbak Nina
Justru merasa kecil, awalnya 'gentar' bicara depan para guru.  Belajar banyak: info baru, tekad dan semangat para guru, jadi melek akan situasi pendidikan.
Ide millist dapat dilaksanakan untuk sharing dengan teman-teman.
Mengajak semua peserta untuk jadi anggota YPMA.

Mbak Santi
Forum yang luar biasa.
Selama ini berada di institusi yang menghasilkan pekerja media, jadi sedikit merasa bersalah.  Pengalaman para guru jadi berharga karena gurulah yang mengetahui realitas lapangan.
Harapan: forum untuk share pendidian melek media.
Rencna kerja: mengajar mata kuliah media literacy, ajak mahasiswa aktif terlibat gerakan ini.

Mbak Dina
Terima kasih karena diajak untuk terlibat terus. berharap dapat meneruskan kegiatan ini di Medan.  Semoga kegiatan dan kebersamaan ini dapat terus dilanjutkan.

Mbak Isti
Suasana workshop menyenangkan. banyak menemukan ide baru, inspirasi baru, berharap dapat menyebarkan ide dan inspirasi tersebut.  Obrolan di luar ruang seminar dengan para guru juga sangat bermakna.

Hendri
Mengutip kata Mbak Nina: orang-orang di perguruan tinggi nggak seberapa usahanya dengan mereka yang berkecimpung di pendidikan dasar. setuju.

B Guntarto:
Optimis bahwa rencana kerja di atas dapat dilaksanakan berkat partisipasi para guru, terutama peserta workshop ini.
Menutup workshop dengan ucapan terima kasih.

(Hendriyani dkk)
 
 
Not Rated!
 
Komentar Terkini (0 komentar)
Belum ada komentar