Saya setuju dengan pandangan KPI bahwa tayangan kartun di televisi yang mengandung unsur kekerasan berbahaya bagi anak-anak dan remaja karena mereka cenderung melakukan imitasi pada apa yang mereka lihat.
Tetapi di sini saya ingin menyatakan pendapat saya bahwa sebenarnya yang bermasalah bukanlah tayangannya, tetapi ketegasan para stakeholder yang berpengaruh pada kebijakan media dalam menayangkan suatu program.
Perlu diingat bahwa penonton televisi Indonesia tidak terbatas pada golongan umur tertentu, sehingga pada prakteknya bukan tayangan yang dianggap bermasalah yang di-banned tapi bagaimana pengaturan waktu siaran yang dipertegas, mengingat realita bahwa mahasiswa seperti saya pun menyukai naruto dan detective conan.
semoga semangat media literacy dimana menonton dengan cerdas lebih baik dari secara ekstrim tidak menonton televisi yang saya dapatkan beberapa semester lalu saat perkuliahan akan berjalan secara ideal.
Tetapi di sini saya ingin menyatakan pendapat saya bahwa sebenarnya yang bermasalah bukanlah tayangannya, tetapi ketegasan para stakeholder yang berpengaruh pada kebijakan media dalam menayangkan suatu program.
Perlu diingat bahwa penonton televisi Indonesia tidak terbatas pada golongan umur tertentu, sehingga pada prakteknya bukan tayangan yang dianggap bermasalah yang di-banned tapi bagaimana pengaturan waktu siaran yang dipertegas, mengingat realita bahwa mahasiswa seperti saya pun menyukai naruto dan detective conan.
semoga semangat media literacy dimana menonton dengan cerdas lebih baik dari secara ekstrim tidak menonton televisi yang saya dapatkan beberapa semester lalu saat perkuliahan akan berjalan secara ideal.
terima kasih...